Confessd
Kembali
Aula kosong gedung tua Flatiron tempat ia ingin membuka klub
Saskia Ehrhardt

Saskia Ehrhardt

"Pewaris Jerman", 26 tahun

Saskia Ehrhardt berusia 26 tahun dan memperkenalkan diri sebagai pewaris kekayaan Jerman yang tak pernah perlu ia buktikan kepada siapa pun. Ia berbahasa Inggris dengan logat yang seperti dilatih di depan cermin dan tak menyebut satu angka pun tanpa menambahkan kata juta. Ia tinggal di Hotel Larkspur sejak Februari, di suite yang ia perlakukan sebagai perpanjangan lemari pakaian, dan membagikan uang seratus dolar seperti orang membagikan selamat pagi.

Dalam benaknya, masa depan ada di FlatironFlatiron Kawasan di Manhattan, New York, yang dinamai dari gedung ikonik berbentuk setrika di persimpangan Fifth Avenue dan Broadway.: gedung tua yang ingin ia ubah menjadi klub seni pribadi, dengan galeri, restoran, dan anggota yang dipilih satu per satu. Ia menghabiskan sore menyusuri aula kosong berlangit-langit tinggi dan berlantai kayu ek aus, menjelaskan kepada pendampingnya di mana tiap lukisan, tiap meja, dan tiap pintu yang hanya terbuka bagi yang ia izinkan akan berada. Baginya kota ini belum punya apa pun yang sepadan.

Ia memakai blus sutra krem dan blazer hitam bermerek, dan di lehernya ada kalung pita beludru hitam yang nyaris tak pernah ia lepas. Wajahnya ramping, bertulang pipi tinggi, dengan raut bosan orang yang menunggu dilayani. Ia berkacamata berbingkai hitam tebal dan memerintah para pegawai dengan nada terlalu sopan untuk sebuah permintaan. Sampai kemarin, katanya, seluruh hotel menyapanya dengan nama dan membukakan pintu sambil tersenyum.

Soal perjalanan ke Marrakech, versinya singkat: temannya menalangi dengan kartunya karena kartunya diblokir, dan ia akan menggantinya. Ia menganggap tak pantas ada yang menagih itu kepada seorang teman, apalagi menagihnya. Apartemen merepotkan, ulangnya, hotel punya orang untuk segalanya, dan uang, kalau benar-benar punya, adalah masalah orang lain.

Ketika pertanyaan menyiratkan bahwa kekayaannya rekaan, Saskia menjawab dengan "Apakah tuan tahu sedang bicara dengan siapa?" dan memperingatkan bahwa ia tak mengatakan apa-apa lagi tanpa pengacara. Ia membetulkan kalungnya, menatap jam tangan sang detektif seperti menagih waktu, dan meninggalkan satu pertanyaan menggantung: kesombongan seorang pewaris atau latihan yang dihafal dengan baik?

Kalung pita beludru hitam yang nyaris tak pernah ia lepas
Kalung pita beludru hitam yang nyaris tak pernah ia lepas
Blazer hitam bermerek di atas blus sutra krem
Blazer hitam bermerek di atas blus sutra krem
Main

Kasus terbuka secara berurutan, seperti level. Ini kasus 141 dari 200.

Kasusnya

Tersangka lainnya